PAMOR TAMAN (MAKAM) BUNGKUL
Saturday, June 16, 2007

Kami benar-benar tak habis pikir. Mengapa warga Surabaya nampaknya tidak peduli bahkan bersikap pasif mengenai kawasan historis yang tersebar di penjuru kota. Sekecil apapun, kawasan bersejarah ya harus dijaga!
Coba saja berjalan-jalan ke area taman kota, Bungkul. Menurut survey kecil-kecilan yang kami adakan (dengan 50 responden), sebanyak:
- 50% mengaku Tidak Tahu tentang Taman bungkul
- 28% menjawab,”Taman Bungkul yang ada Wi-Fi nya itu kan!”. Artinya lebih cenderung pada Perubahan Aspek Teknologi dan Informasi.
- 22% menyuarakan bahwa di Taman Bungkul Terdapat Makam Sunan Bungkul.
Bagaimana bisa, pamor Mbah Bungkul hanya ‘numpang lewat” bila dibandingkan dengan keberadaan Taman Bungkul sebagai Taman Kota Impian?
Padahal, jika dinilai dari aspek historis keberadaan Mbah Bungkul sangatlah mempengaruhi Penyebaran Islam di wilayah tersebut, tentunya dengan dibantu Sunan Ampel. Bukankah, Makam tersebut termasuk situs sejarah? Artinya, pelestarian Makam tersebut harus dijaga, mengingat adanya Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya mengenai Pelestarian Cagar Budaya. Alangkah baiknya bila Kawasan Ziarah yang historical semacam itu lebih ditonjolkan daripada memperbaharui dan melakukan inovasi-inovasi mengenai tata letak kota, sampai akhirnya meninggalkan ciri khas kota.
posted by Andhika @ 2:14 AM,
5 Comments:
- At June 16, 2007 at 5:40 AM, Shei Layla said...
-
This comment has been removed by the author.
- At June 16, 2007 at 6:43 AM, abdul ghofur said...
-
Terlepas dari saja salah satoe goeroe dari penoelis blog ini, soenggoeh, seloeroeh artikelnja sangat menarik oentoek tidak saja komentari.
gaja bahasanja jang memboeat saja terpaksa berlama-lama dan betah doedoek membacanja. Djoega meneliti edjaan saja oentoek menjesoeaikan dengan rasa 'klangenan' rindoe mereka akan masa laloe.
tak hendak mempengaroehi kepoetoesan dewan djoeri, terlepas menang dan kalah dalam kompetisi ini, saja minta dengan hormat kepada panitia dan dewan djoeri, agar artikel dalam blog ini tetap mendjadi hak cipta mereka dan bisa di-upload di blog mereka jang aslie.
Oentoek penoelis blog ini, terlepas anda joeara ataoe tidak, saja bangga dan kagoem dengan toelisan anda. tetap konsisten dan semangat oentoek teroes menoelis. - At June 16, 2007 at 9:34 PM, Andhika said...
-
Matur Nuwun pak,
saja akan teroes menoelis dikarenakan menoelis itoe sendiri soedah mendjadi bagian dalam hidoep saja.
saja soedah janji kan kalaoe suatu saat toelisan saja akan saja kirim ke blog bapak.
toenggu saja ya pak... - At June 28, 2007 at 4:55 AM, simple_girl said...
-
ealah....
lha kok bahasanya mbulet???
Aku mbacanya ampe terba..ta- ba..ta..
Keep writing deh... - At August 10, 2007 at 11:38 AM, Vania said...
-
Salam kenal...
wah mosok to mas akeh seng gak tau taman Bungkul? Aku wae seng Arema ngerti lo...Sayang yo, kalau ngga semua orang tahu, padahal yg bersejarah itu perlu dilestarikan, tapi klo di Indonesia kebanyakan dilupakan dan gedung2 tua diganti dg mall atau ruko yg belum tentu laku. Kalau di Jerman semuanya dijaga, malah kalau bersejarah bgt jadi obyek wisata loh...
Salam dari Jerman,
Vania
http://indonesia-portal.co.uk
Tentang Kami .....
Andhika Kurniawanto
(WebDeveloper & Reporter)
Andhika adalah seorang web desainer pemula yang masih dalam tahap pengembangan diri dalam mengapresiasikan idenya dalam pembuatan suatu web. Sejak kecil, dia memang sangat berbakat dalam hal mengutak atik-entah mengutak atik apa-. Sekarang dia sedang tergila gila dengan yang namanya Blogger. Meskipun ilmunya pas-pasan, dia tetap berusaha mengutak atik template yang diperolehnya hingga seperti ini.
"Mengedit template blogger ternyata begitu menyenangkan!"
Shefti L. Latiefah
(article writer)
Shefti adalah seorang jurnalis dadakan yang hobi memainkan pena semenjak SMP.karyanya memang tidak terkenal seperti Mira W. atau N.H Dini..terlalu jauh MUngkin dari level para Novelis bahkan sastrawati seperti itu. Corat-coret di notes sepertinya sudah menjadi "penyakit Jiwa" yang sulit dihilangkan. Biarpun kemana2 ga bawa duit, asalkan ada pena dan notes kecil saja, dia sudah senang sekali. Setiap hal kecil yang ada dipikirannya selalu diekspresikan lewat tulisan, baik cerpen maupun catatan yang ditulis di bungkus kue sekalipun! yang penting bisa menulis. Blog yang saat ini sedang digeluti adalah sebuah Catatan Harian tentang keluarganya yang diramu dengan bumbu2 humor sehingga bisa menjadi "Refreshment Stories" yang Recommended!
Sepercik Kisah....
Surabaya,sebuah kota yang familiar dengan sebutan Kota Pahlawan, yang telah eksis semenjak 714 tahun silam, sebutan "Kota Pahlawan" nampaknya tidak lagi menggaung dalam peradaban warga Surabaya sendiri. Artinya, Surabaya masa kini, tak ubahnya seperti Kota-kota besar lain yang mengejar ketenaran lewat perkembangan Teknologi dan Tren Dunia. Akankah Surabaya akan kehilangan jati dirinya?dengan meninggalkan ciri yang selama ini melekat erat dan sangat membumi dalam hati warga Surabaya. Gugatan dan sedikit Solusi kami tawarkan dengan dukungan artikel-artikel dari para sejarawan yang kami kutip dari Warta Berita KOMPAS serta PIKnet. Semoga dapat memberikan sedikit referensi dan pengetahuan akan keberadaan situs-situs sejarah di kota kita tercinta ini!
Kontak kami!
Cukup kirim email kamu ke:
andhikakurniawanto@yahoo.co.id
onyezshei66@yahoo.com
