Wonokromo~ Akankah hanya eksis di lagu?
Friday, June 15, 2007
" Semanggi Suroboyo..Lontong Balap Wonokromo"
Sepenggal lirik lagu yang taklekang zaman itu merupakan sedikit refleksi mengenai pentingnya eksistensi Wonokromo bagi kota Surabaya.
Tidak hanya berupa Terminal..namun, gambaran Wonokromo secara global yang kami bicarakan.
Etalase Budaya yang terdapat pada kawasan Wonokromo merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Surabaya.
Tilik saja,
Pintu Air Jagir, yang memorial..Kebun Binatang Surabaya(KBS) yang termasuk sebagai Kebun Binatang Terbesar di Asia Tenggara, Stasiun Wonokromo dan masih banyak situs sejarah lain yang "ditawarkan" Wonokromo sebagai obyek kunjungan wisata bagi warga kota.
Tempat lain yang tak kalah penting yakni Pasar Tradisional Wonokromo.
Sepertinya, keberadaan Pasar Tradisional Wonokromo tidak seterkenal dulu lagi. Hal ini dikarenakan lahirnya Pusat Perbelanjaan baru yang dinamai Darmo Trade Centre (DTC).
Meskipun pasar tradisional masih ada, namun secara kasat mata sudah dapat diketahui bahwa pasar tersebut hanya "mengada-ada" atau dengan kata lain di "ada" kan secara terpaksa, mengingat penduduk setempat sudah terbiasa dengan aktivitas jual-beli di area tersebut.
Apakah hal ini bermanfaat?
Bagi sebagian orang, MUNGKIN..tapi TIDAK bagi golongan yang lain!
Coba saja kita bandingkan keadaan Pasar Tradisional dengan DTC itu sendiri..
Bagai Langit dan Bumi,
Bila kita berbicara mengenai kondisi fisik bangunan serta kebersihan area keduanya.
Tak ayal...banyak celaan yang meluncur begitu saja mengenai lokasi pasar tradisional yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan para pelaku ekonomi kelas menengah-keatas tadi. Apalagi kalau bukan karena atmosfir kumuhnya.
Padahal, keberadaan Pasar tersebut begitu melekat dalam keseharian warga domestik wilayah Wonokromo.
Semestinya, Pemkot Surabaya dapat menyisihkan sebagian APBD untuk pemugaran serta pemeliharaan Pasar Tradisional Wonokromo, yang tentu saja tanpa mengubah esensi bangunan asli tersebut.
Bukankah, Pasar Wonokromo bisa menjadi salah satu obyek wisata yang menarik apabila ada perawatan yang semestinya? mengingat tempat tersebut juga suatu memori tersendiri akan keadaan Surabaya pada masa lalu.
Hal diatas dapat terealisasi dengan baik, apabila ada peran serta para pelaku pasar dengan Pemkot Surabaya dalam mengupayakan terjaganya kebersihan dan perawatan akan Pasar Wonokromo Tersebut.
Jadi, Pemkot Surabaya tidak akan kapok jika ingin melestarikan suatu tempat, dan mungkin...
Kota Surabaya dapat menjadi KOTA DUA ZAMAN.
Surabaya Modern yang peduli akan kelestarian budaya.
JAYALAH SURABAYA!!
posted by Andhika @ 6:38 PM,
3 Comments:
- At June 16, 2007 at 6:22 AM, Nurul said...
-
ndri' materix da bgus tp backgroundx kq pth!?!
- At June 16, 2007 at 9:57 PM, Andhika said...
-
PAtah Gimana NURUL???
Emangnya LAgi Goyang?..
PAtah-PAtah??
hehehe.....
MUngkin waktu itu BrowserMu LAgi EROR!!
Coba Aja Sekarang!! - At June 17, 2007 at 12:26 AM, Shei Layla said...
-
Eh...
Bdw..
pth tuh Apa SIh???
Putih..
Atau
Patah??
KLO putih..
ya Maap!!
kirain patah..hehehe...
Tentang Kami .....
Andhika Kurniawanto
(WebDeveloper & Reporter)
Andhika adalah seorang web desainer pemula yang masih dalam tahap pengembangan diri dalam mengapresiasikan idenya dalam pembuatan suatu web. Sejak kecil, dia memang sangat berbakat dalam hal mengutak atik-entah mengutak atik apa-. Sekarang dia sedang tergila gila dengan yang namanya Blogger. Meskipun ilmunya pas-pasan, dia tetap berusaha mengutak atik template yang diperolehnya hingga seperti ini.
"Mengedit template blogger ternyata begitu menyenangkan!"
Shefti L. Latiefah
(article writer)
Shefti adalah seorang jurnalis dadakan yang hobi memainkan pena semenjak SMP.karyanya memang tidak terkenal seperti Mira W. atau N.H Dini..terlalu jauh MUngkin dari level para Novelis bahkan sastrawati seperti itu. Corat-coret di notes sepertinya sudah menjadi "penyakit Jiwa" yang sulit dihilangkan. Biarpun kemana2 ga bawa duit, asalkan ada pena dan notes kecil saja, dia sudah senang sekali. Setiap hal kecil yang ada dipikirannya selalu diekspresikan lewat tulisan, baik cerpen maupun catatan yang ditulis di bungkus kue sekalipun! yang penting bisa menulis. Blog yang saat ini sedang digeluti adalah sebuah Catatan Harian tentang keluarganya yang diramu dengan bumbu2 humor sehingga bisa menjadi "Refreshment Stories" yang Recommended!
Sepercik Kisah....
Surabaya,sebuah kota yang familiar dengan sebutan Kota Pahlawan, yang telah eksis semenjak 714 tahun silam, sebutan "Kota Pahlawan" nampaknya tidak lagi menggaung dalam peradaban warga Surabaya sendiri. Artinya, Surabaya masa kini, tak ubahnya seperti Kota-kota besar lain yang mengejar ketenaran lewat perkembangan Teknologi dan Tren Dunia. Akankah Surabaya akan kehilangan jati dirinya?dengan meninggalkan ciri yang selama ini melekat erat dan sangat membumi dalam hati warga Surabaya. Gugatan dan sedikit Solusi kami tawarkan dengan dukungan artikel-artikel dari para sejarawan yang kami kutip dari Warta Berita KOMPAS serta PIKnet. Semoga dapat memberikan sedikit referensi dan pengetahuan akan keberadaan situs-situs sejarah di kota kita tercinta ini!
Kontak kami!
Cukup kirim email kamu ke:
andhikakurniawanto@yahoo.co.id
onyezshei66@yahoo.com




